Hari minggu, 18 Maret kemarin aku sempatkan untuk nonton film berjudul 300. Ceritanya sarat unsur heroik. Walaupun, belakangan aku tahu kalau film ini di cekal di Iran, tidak boleh diputar disana, karena mempertontonkan hal-hal yang tidak baik-begitu, katanya. Setelah aku tonton, film ini menurutku memang layak ditonton. berkaitan dengan sejarah, tapi dari sisi cerita lain. Seorang teman pernah berkata, “sejarah itu dipengaruhi pada cara pandang penceritanya”, mungkin memang benar.
Film ini menceritakan bangsa sparta, yang seluruh hidupnya memang dipersiapkan untuk pertempuran. Sejak kecil ditanamkan rasa cinta membela tanah air. Menceritakan bagaimana seorang raja yang bertarung, walaupun melawan adat dan tradisi, demi sesuatu yang dianggap dapat menyelamatkan rakyatnya, melawan tirani, berdiri didepan pasukan, memimpin sendiri prajurit-prajurit yang rela dan bersedia mati demi sang raja. disana ada intrik, romance, heroisme dan.. vulgar, pastinya. untuk yang suka action, adegan berantemnya seru! terlihat sekali kalau yang menggarapnya orang Cina, jadi adegan-adegannya seperti di film kungfu. Karena ceritanya berlatar zaman romawi kuno, jadi penampilan karakternya, minim pakaian, disesuaikan dengan trend pakaian saat itu (mungkin ini yang diprotes oleh Iran). Kemudian di film itu, raja Persia disana digambarkan tirani banget, agak feminim, Lux (karena banyak perhiasan yang dipakai). Satu hal lagi, di film itu, tergambarkan betapa wanita di Kerajaan Persia atau dibawah kekuasaannya tidak punya hak yang sama dengan prianya, berbeda dengan wanita Sparta.. Begitu, kira-kira..