seuntai kata
Just another WordPress.com weblog6:30
film yang menurutku menyentuh..
terutama pada adegan Alit menyesal, karena Ibunya kini sudah tiada. “Kalau saja…”. mendengar, dan melihat adegan itu, langsung teringat orang tua. Merasa menjadi anak yang sangat kurang ajar. Jarang memberi kabar..
lalu apa?
Sesuatu yang lebih banyak menimbulkan masalah untuk apa tetap dipertahankan? Apakah hanya karena telah merasa nyaman dengan kestabilan kondisi?
walaupun sering bermasalah..
Apakah agar tenang karena merasa punya suatu tujuan?
walaupun terkadang menjadi tidak jelas ditengah jalan.. entahlah.. hidup di dunia ini memang tidak ada yang pasti. Masa depan penuh dengan kemungkinan-kemungkinan. Manusia membuat cita-cita agar merasa nyaman dalam melangkah.. merasa punya tujuan hidup.. lalu, setelah tujuan hidup tercapai, mau apa lagi?Kalau tidak tercapai? Mau apa lagi?… Cari cita-cita lain?Buat rencana hidup lain? Hidup cuma untuk membuat rencana kedepan.Lalu apa?.. Tamat.
something got to give
Something got to give…
Something true not always a right thing..
A trusted friend, turned into a stranger..
Where do I belong? …
“You can’t pleased everybody… ”, my friend told me once..
“Sesuatu yang baik, belum tentu benar..” kalimat apa itu? Apa maksudnya?
Have I done something wrong all this time? All my theories… all my intention to helping others, helping friend.. is it worth to be do?
I don’t know whom I must trust…
Priority, they’ve said..
Needs, they’ve said…
Sunday, July 15, 2007 (19.30 WIB)
Today, I’ve washed my clothes, those I’m about to wear it for work… but still one bucket full of dirty clothes to washed. I’m feeling can’t do all the washes this morning because of my tired body. Come from Tuban at the daylight… Last night, I had a dilution… something not important.. birth from my empty heart. Even a little attention could be worth for us. If we use it properly..
“Something got to give to you”, he said.. but as usually, I’m tired of hopping.. which it wasn’t something he offered to me. I don’t know what will I do.. and what will I get for the best thing that gave me from Allah swt. But down inside, I’m hoping for the best things for them.. ”People who have came by and give deep impressions in my life..”
so not me at all..
Rabu, 23 Mei 2007 – 23.45 WIB
I’m feeling alone… I feel that no one understand me… I have no one to share.. Now, I have several things to do.. first, I have to finish my report on Diklat perikanan Integrasi. Second, I need to make a research plan, for my scholarship application. Third, I have to make my lecturing handouts.. for the next class, and I have to make a review for UNITOMO’s accounting. That are things I have to do.. and these are things that I have done.. and make me feel like a jerk.. I’ve disappointed my friends, by being such a big mouth. I don’t why I’m acting like this. Being another person with very sensitive, smart ass, bucket mouth.. and so on.. I don’t know.. sometimes I just want to run.. but, I don’t know where to go. All I can do is just doing the best I can. Trying to think positive, even, this recent days, I think I often think negative to something… so not me at all..
ain’t no where..
katanya, kalo jodoh ga akan kemana..
sebentar lagi aku harus memutuskan suatu hal yang akan merubah hidupku..
bon..
besok tanggal 29 maret, pemutaran perdana film naga bonar (jadi) 2. pengen nonton, euy!
sepi
sepi, sebuah rasa yang beberapa hari terakhir hinggap.. semua yang terlihat seakan jauh, tidak bisa diraih.. semu..
pena
Di jamannya, para penemu di Arab, atau Eropa hanya menggunakan pena dan kertas untuk mendokumentasikan idenya. Bahkan jauh sebelum itu, dokumentasi yang dibuat dari bahan-bahan alami ditemukan di gua-gua.. Sekarang, banyak orang yang saya lihat, begitu tergantung pada alat canggih seperti mesin ketik (masih ada,ya?), komputer,.. atau bahkan (kembali ke..) laptop/note book, PDA, dll.. termasuk saya.hehe.. sekarang saja, saya curi2 waktu di kantor.. sengaja pulang terlambat hanya untuk menyelesaikan tugas untuk mempersiapkan bahan ajar.. memang..memang.. udah jadi budak teknologi, nih..
300
Hari minggu, 18 Maret kemarin aku sempatkan untuk nonton film berjudul 300. Ceritanya sarat unsur heroik. Walaupun, belakangan aku tahu kalau film ini di cekal di Iran, tidak boleh diputar disana, karena mempertontonkan hal-hal yang tidak baik-begitu, katanya. Setelah aku tonton, film ini menurutku memang layak ditonton. berkaitan dengan sejarah, tapi dari sisi cerita lain. Seorang teman pernah berkata, “sejarah itu dipengaruhi pada cara pandang penceritanya”, mungkin memang benar.
Film ini menceritakan bangsa sparta, yang seluruh hidupnya memang dipersiapkan untuk pertempuran. Sejak kecil ditanamkan rasa cinta membela tanah air. Menceritakan bagaimana seorang raja yang bertarung, walaupun melawan adat dan tradisi, demi sesuatu yang dianggap dapat menyelamatkan rakyatnya, melawan tirani, berdiri didepan pasukan, memimpin sendiri prajurit-prajurit yang rela dan bersedia mati demi sang raja. disana ada intrik, romance, heroisme dan.. vulgar, pastinya. untuk yang suka action, adegan berantemnya seru! terlihat sekali kalau yang menggarapnya orang Cina, jadi adegan-adegannya seperti di film kungfu. Karena ceritanya berlatar zaman romawi kuno, jadi penampilan karakternya, minim pakaian, disesuaikan dengan trend pakaian saat itu (mungkin ini yang diprotes oleh Iran). Kemudian di film itu, raja Persia disana digambarkan tirani banget, agak feminim, Lux (karena banyak perhiasan yang dipakai). Satu hal lagi, di film itu, tergambarkan betapa wanita di Kerajaan Persia atau dibawah kekuasaannya tidak punya hak yang sama dengan prianya, berbeda dengan wanita Sparta.. Begitu, kira-kira..
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!